Senin, 12 Desember 2011

Dikit dikit Syukuran, dan 3 Cara yang benar cara Bersykur


Dikit-dikit Syukuran dan 3 cara Bersyukur Menurut Quran Sunnah

oleh Sukpandiar Idris Advokat As-salafy pada 12 Desember 2011 pukul 0:18
Banyak di antara umat Islam belum tahu tentang cara bersyukur menurut Quran dan sunnah yang shahih, kebanyakan melakukan bid'ah, misalnya naik kelas, naik pangkat, dapat rezeki nomplok,Ulang tahun kelahiran, bahkan ana pernah dapat " undangan" sykuran beli mobil baru, ana gak datang, eh di bilang Wahabai!? dan lain-lainsangat banyak, mereka melakukannya dengan cara yang bernama " Syukuran", caranya banyak model, mulai bacaan yang di buat-buat (Tahlilan, Barzanjai, Yaasinnan atau sejenisnya tak ada syariatkan di baca pada waktu khusus tersebut) dan tentu saja banyak pestanya (hari raya-AH), makanan dan minuman biasanya.
Ibnu Qoyyim rohimahullah ( Madarijus Salikin-AH) berkata ada 3 cara muslim itu bersykur.

1.Bersyukur dengan hati
Kunci kesyukuran atas segala nikmat yang Allah berikan kepada hambanya terletak pada hati, karena dihatilah terletak pengakuan b ahwa setiap nikmat berasal dari-Nya. Inilah yang harus diakui oleh setiap orang yang mendapatkan nikmat. Nikmat adalah segala apa yang dinginkan dan dicari-cari.Nikmat ini harus diakui berasaldfari Allah Ta’ala dan tidak berlaku angkuh dengn menyatakan nikmat itu berasal dari usahanya semata atau merasa ia memang pantas mendapatkannya.
Mereka yang dihatinya tersirat sebesar biji sawi kesombongan tidak mengakui bahwa nikmat yang mereka rasakan bukan berasal dari Sang Maha Pemberi Allah Ta’ala maka sebenarnya mereka termasuk kedalam kelompok kufur nikmat dan tidak mau bersyukur.
Orang-orang yang menyadari dan mengakui bahwa nikmat yang tidak pernah berhenti dan setiap saat mereka peroleh datangnya bersumber dari Allah Ta’ala maka ia termasuk yang bersyukur.
Allah berfirman :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Se- sungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".( QS. Ibrahim, : 7)

2.Bersyukur dengan lisan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam buku beliau Tazkiyatun Nafs menyebutkan bahwa : Pujian tidak terjadi kecuali dengan adanya nikmat dan itu merupakan inti dari syukur dan awal bentuk kesyukuran.Dan mensyukuri nikmat Allah tidak hanya cukup memuji tetapi harus dibarengi dengan tindakan memuji-Nya dengan lisan yaitu berzikir.
Syaikh DR. Ahmad Farid dalam buku beliau Manajemen Qalbu Ulama Salaf menyebutkan bahwa Hasan berkata : “ Banyak-banyaklah menyebut nikmat Allah, karena menyebut-nyebut nikmat adalah syukur “
Allah Subhanaahu Ta’ala telah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menceritakan nikmat Tuhannya kepada orang lain. Allah berfirman :

Dan terhadap ni'mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.( QS. Adh Dhuhaa : 11 )
Allah Ta’ala suka melihat bekas nikmat-Nya pada diri hamba-Nya .Karena hal itu berarti syukur dengan lisan hal (kenyataan ).
Bentuk kesyukuran dengan lisan yang sangat mudah dan lazim disebutkan adalah mengucapkan “ Alhamdulillah “. Dimana seharusnya ucapan tersebut seharusnya menjadi bagian dari lisan kita pada setiap kesempatan. Bibir hendaknya selalu basah dengan kalimat tersebut, karena nikmat Allah selalu datang silih berganti dan sambung menyambung, disetiap tarikan nafas disitu nikmat Alllah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Membicarakan nikmat Allah termasuk syukur, sedangkan meninggalkannya merupakan perbuatan kufur.” (HR. Ahmad, banyak ahlul hadits menshahihkannya-AH)
Para ulama salaf ketika mereka merasakan nikmat Allah berupa kesehatan dan lainnya, lalu mereka ditanyakan, “Bagaimanakah keadaanmu di pagi ini?” Mereka pun menjawab, “Alhamdulillah (segala puji hanyalah bagi Allah).”
Oleh karenanya, hendaklah seseorang memuji Allah dengan tahmid atas nikmat yang diberikan tersebut. Ia menyebut-nyebut nikmat ini karena memang terdapat masalahat dan bukan karena ingin berbangga diri atau sombong.

3.Bersyukur dengan amal perbuatan

Bersyukur dengan amal perbuatan merupakan puncak dari kesyukuran atas nikmat yang Alllah Subhanaahu Ta’ala yang limpahkan kepada hamba-Nya. Yaitu dengan melakukan seluruh ketaatan berupa pengamalan setiap yang diperintahkan dan meninggalkan segala yang dilarang oleh syari’at.Pengamalan perbuatan yang bersifat kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kemunkaran serrta kemaksiatan kepada Allah.
Allah Ta’ala menegaskan bahwa orang yang menyembah-Nya adalah orang-orang yang mau bersyukur dan orang yang tidak mau bersyukur adalah orang yang tidak mau menyembahnya. Allah  berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikankepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah ( QS.Al-Baqarah : 172 )
Di dalam shahih al-Bukhari dan Muslim disebutkan b ahwa Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam hingga telapak kakinya pecah-pecah. Dan ketika beliau ditanya: “Mengapa engkau lakukan ini sedangkan dosa-dosamu yangbtelah lalu dan yang akan datang sudah diampuni ?. Beliau menjawab:
“ Bukankah aku harus menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Cara lain Bersyukur

Yakni melakukan sujud syukur. Note tentang ini ana bikin di akun ana lainnya> Abu Hada, terbit hari ini juga.Bagi yang mau silakan temanan di akun tersebut bagi yang belum tentu saja.

Cikarang Barat, 15 MUharom 1433 H/ 12  Desemberr 2011 Jam.00.18  WIB
Tukang Herbal/ Bekam, Cari Ilmu, n Advokat (0811195824), Melayani Seluruh Indonesia
sukapandiar idris advokat as-salafy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar